Tabloidinfopolri.id — Dampak kemarau kembali memicu Kebakaran lahan yang terjadi di Kelurahan Girian Indah, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Minggu (6/9/2026) siang. Api membakar rumput kering di area yang berada rak jauh dari dinding Jalan Tol Bitung-Manado.

Kebakaran tersebut diduga melanda lahan milik warga dengan luas sekitar 500 meter persegi. Kondisi rumput yang kering akibat kemarau membuat api dengan cepat membesar dan menimbulkan kepulan asap yang terlihat dari kawasan permukiman.

Salah satu warga, Mohammad Mopangga, menjadi orang pertama yang melihat kejadian tersebut. Ia awalnya mengira asap yang terlihat berasal dari aktivitas warga yang sedang membakar sesuatu.

"Pertama kita lia dari bawah pemukiman, dapa lia asap. Pas pigi cek, dikira warga lagi ba bakar. Nintau di lokasi ternyata sedang terjadi kebakaran," ujar Mohammad dengan dialek Manado.

Melihat kobaran api semakin membesar, Mohammad kemudian segera menghubungi layanan darurat Pemerintah Kota Bitung melalui nomor 112.

"Pas lia api so besar, kita langsung telepon 112 yang merupakan nomor darurat yang disediakan Pemkot Bitung," katanya.

Laporan tersebut langsung direspons petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bitung. Tim bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas, terutama di tengah kondisi lahan yang kering.

Petugas Damkar Kota Bitung, Ricky Timbuleng, mengatakan kebakaran di Girian Indah menjadi kejadian pertama yang ditangani pihaknya pada Minggu siang.

"Untuk wilayah Girian Indah, siang ini kejadian pertama yang kami tangani di Kota Bitung. Beberapa hari sebelumnya ada sejumlah titik juga yang telah kami datangi," kata Ricky.

Menurut dia, api di lokasi tersebut kini telah berhasil dipadamkan. Namun, kondisi kemarau membuat potensi kebakaran lahan masih perlu diwaspadai.

Ricky juga mengungkapkan petugas sempat mengalami kendala saat menangani kebakaran di wilayah Batu Putih sehari sebelumnya. Kendala tersebut berkaitan dengan akses air untuk proses pemadaman.

"Untuk kebakaran yang jauh di Batu Putih, akses air yang menjadi kendala. Tim harus kembali ke wilayah kota untuk mengambil air dari hidran," jelasnya.

Dinas Damkar Kota Bitung melalui petugasnya mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta berhati-hati ketika melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api, termasuk membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila melihat titik api atau asap yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran. Respons cepat dari warga dinilai penting untuk mencegah api meluas, terutama pada lahan yang dipenuhi rumput kering. (Ran)